Minggu, 26 Juni 2011

Persahabatan Seragam Putih Merah

Menurutmu apa yang paling menarik dari SD ?

Sepertinya tidak ada yang terlalu spesial... Tidak seperti masa-masa SMA yang katanya paling menyenangkan..

Namun, tidak bagi siswa-siswi Angkatan XIII SDIT Ummul Quro Bogor.

Bagi kami, masa-masa SD adalah masa yang sangat indah dan penuh dengan keceriaan.. Penuh dengan canda tawa.. Dan kisah-kisah yang mengharukan...

Rasanya 6 tahun itu berjalan sangat cepat... Baru kemarin kita mendambakan menjadi anak kelas 6. Tapi sekarang ? Kita sudah lulus dan status kita sekarang menjadi murid junior di SMP.

Baru kemarin rasanya kami tegang, dan menghadapi TO yang silih berganti, baru kemarin kami melaksanakan kewajiban kami untuk menuntaskan UN dan membuat orang tua serta guru kami bangga. Dan baru kemarin juga kami berteriak dan menangis melihat selembar kertas keterangan lulus atau tidaknya kami.

Baru kemarin kami jalan-jalan ke Kantor DPR, jalan-jalan ke planetarium. Rusuh bareng di bus. Bolak-balik dari ujung depan bus sampai ujung belakang bus untuk menawarkan makanan.

Baru kemarin kami duduk manis di mobil jemputan yang tanpa AC untuk menuju villa yang sudah dijanjikan guru-guru kami. Baru kemarin kami berteriak riang melihat villa dengan view yang sangat indah. Outbond saat hujan, berenang kedinginan, motivasi training, tidur bersama teman, dan saking asyiknya sampai susah tidur. Shalat tahajud dan memohon kelancaran saat UN. Dan akhirnya sedih karena harus meninggalkan villa yang penuh dengan kenangan itu.

Dan baru kemarin juga kami bertepuk tangan bareng, nangis bareng, memberikan yang terbaik untuk penampilan perpisahan. Perpisahan siswa-siswi Angkatan XIII SDIT Ummul Quro Bogor. Adalah akhir dari semua cerita tentang masa sekolah seragam putih merah di Kampus Ummul Quro.

Tak ada lagi kelas 6A yang Semangat, kelas 6B yang Sigap, kelas 6C yang Ceria, dan kelas 6D yang Dinamis. Semuanya hilang..

Tak ada lagi Bu Nia, Bu Eha, Pak Fauzi, Bu Ika, Bu Anis, Pak Yuhdi, Bu Emil, dan Pak Muslim.. Yang selalu bersabar menghadapi kenakalan kami, yang sudah menididik kami sampai sedemikian rupa seperti ini.

Dan kami akan sangat merindukan semua kenangan-kenangan indah yang tak akan pernah terlupakan itu..

Biarpun semua itu hilang.. Tapi persahabatan kita jangan sampai luntur terbawa keadaan. Biarlah persahabatan kita terus tumbuh seperti layaknya pohon yang semakin kuat dan semakin kuat dan hingga pada akhirnya tumbang karena mati.. Biarkan maut saja yang memisahkan kita..

Akhir cerita Persahabatan Seragam Merah Putih yang sangat mengharukan ini, terpaksa kami tutup dan harus kami ganti dengan lembaran baru yang berbeda...

Kamis, 02 Juni 2011

Broken Family

Bicara tentang hal ini..

Mungkin tak sebagian orang pernah mengalaminya..

Tetapi..

Hal ini terjadi padaku..

Broken Family...

Memang tidak etis sekali aku berbicara tentang hal ini. Namun aku ingin mencurahkan semua yang ada di benakku ini..

Entah apa yang terjadi pada keluargaku dulu.. Waktu itu aku masih sangat kecil sekali.. Dan aku pun tidak mengerti apa-apa.. Yang aku tau hanyalah bermain dan bersenang-senang. Dan tiba-tiba aku harus memilih antara ayah dan bunda.. Karena memang aku masih sangat kecil. Aku memilih untuk bersama bunda..

Dan sekarang.. Kehidupanku berubah total..

Terkadang aku iri sekali melihat teman-temanku yang memiliki keluarga bahagia biarpun kecil. Tetapi mereka memliki kehangatan di setiap moment yang mereka miliki. Ada ayah, ada ibu dan kakak juga adik. Apalagi saat aku bermain di rumah teman.. Di benakku aku berkata dalam hati, "lengkap dan bahagia sekali keluarga ini. Tidak seperti aku" dan kadang aku juga merindukan kasih sayang yang lengkap seperti itu.

Kehidupanku 180 derajat berbeda sekali dengan mereka. Jujur, aku sering menangis karena semua itu. Dan aku sering bertanya pada diriku sendiri.. "Apakah aku bisa seperti mereka ?" "Apakah bisa keluargaku seperti dulu lagi ?" dan pertanyaan-pertanyaan itu terus menghantuiku...

Tapi aku berusaha untuk bangkit dari semua kegelapan itu.. Awan kelabu berganti dengan awan biru yang cerah.. Karena aku selalu berpikir "Aku masih lebih beruntung dari orang-orang itu". Orang-orang itu adalah orang-orang yang kurang beruntung. Yang sering kita jumpai di jalan, di kolong jembatan, di depan ruko-ruko bahkan sampai di kereta mereka juga ada ! Mereka bersusah payah hanya untuk melanjutkan hidup mereka .. Untuk bertahan hidup di dunia ini. Mencari sesuap nasi pun susahnya tak terlukiskan.. Dan aku merasa aku lebih beruntung dari mereka. Walau aku berasal dari keluarga 'broken family' tapi aku masih memiliki ayah dan ibu yang sayang denganku. Walau tak dapat bertemu setiap hari. Tetapi aku lebih beruntung, tidak seperti anak yatim yang ditinggal orang tuanya untuk selamanya.. Dan aku pun tau mereka juga mencari uang buatku. Dan mereka menggantungkan harapan besar padaku. Dan aku berjanji akan mewujudkan semua harapan mereka dan membuat mereka bangga.

Belajar dari kisah hidup seorang super stars dunia yang sedang booming saat ini. Yang pasti kalian tau.. Dia adalah, Justin Bieber ! Singlenya yang hits.. Berjuta-juta fans di dunia.. Berkopi-kopi album yang laku keras.. Tapi apa kalian tau ? Dia juga sama sepertiku. Dia juga berasal dari keluarga 'broken family' tapi apa yang telah dia hasilkan sekarang ? Dan dia membuktikan bahwa dia bisa ! Tak ada yang tau dia bisa menjadi bintang besar seperti saat ini.. Itu semua karena mimpinya yang besar dan dukungan dari sang ibu..

Dia juga sama sepertiku.. Terkadang dia juga merasakan hal yang sama sepertiku. Namun, saat dia mulai berpikir seperti itu.. Dia selalu bilang "NEVER SAY NEVER". Dan kini, dia sudah membuktikan. Bahwa memang dia bisa.. Dan aku ingin sepertinya.. Aku ingin mencontoh perjuangan hidupnya. Eitss.. Jangan berpikir kalau Justin hanya artis sekali klik ! Dia juga melakukan perjuangan. Saat dia kalah dalam lomba menyanyi di Canada silam.. Saat dia di tolak oleh Usher. Tentu menyakitkan.. Tetapi bukan Justin namanya kalau dia mudah menyerah. Dan dia sudah mencapai semua kesuksesannya.. Dan akupun bukan beliebers yang hanya menilai dari ketampanannya tetapi dari kisah hidupnya..

Walau 'broken family' aku masih merasakan hidup serba berkecukupan.. Dulu saja, Justin lebih parah dariku.. Dia dulu hidup dalam kehidupan yang kurang memadai walaupun masih sedikit mampu.. Tetapi tidak seperti aku..

Namun begitu, aku sangat bersyukur dikasih jalan kehidupan seperti ini. Karena ini semua, aku bisa belajar dari kehidupanku ini. Aneh juga sih.. Tetapi akan aku jalani seiring berjalannya waktu.. Dan aku pun akan terus belajar dari semua ini..

Dan aku Salsa, berasal dari keluarga 'broken family' bisa menunjukkan kepada dunia dengan semua kekurangan yang aku miliki ini. Aku mampu menaklukan dunia ini !!!!

Dan aku pun merasa bahwa aku anak yang spesial.. Walau hidupku penuh cobaan dan kekurangan seperti ini.. Tetapi aku bisa belajar dari semua itu.. Dan aku akan mengkerahkan semua jiwa raga yang aku punya.. Aku akan menggali semua potensi-potensi terpendam yang ada dalam diriku..

AND I WILL DO THE BEST FOR YOU ! FOR INDONESIA ! AND FOR THE WORLD !!

Bismillahirrahmanirrahim...

Dan biarkanlah jari jemariku terus menari dengan anggunnya untuk melahirkan karya-karya terbaikku yang bisa ku berikan.. Walau tak sempurna.. Aku akan berusaha memberikan yang terbaik...