Jumat, 16 September 2011

Mutilasi

Ini semua berawal karena cerita Bu Ifat, 2 hari yang lalu saat pelajaran PAI.

Aku menerbitkan posting ini hanya sekedar berbagi informasi untuk kalian..

Kalian tau kan ? Saat ini sedang marak-maraknya yang namanya 'mutilasi'.

Apaan mutilasi ?

Mutilasi itu adalah seuatu tindak kejahatan kepada orang lain yang bertujuan untuk mengambil organ tubuhnya secara paksa dan di jual dengan harga setinggi mungkin.

Kata Bu Ifat, korban yang memungkinkan untuk di mutilasi itu manusia yang berumur di atas 10 tahun sampai umur 30 tahun.

Cara mutilasi itu bukannya kita di bunuh kemudian di pretelin organ tubuhnya. Tapi, kita di bius dulu baru di pretelin dengan keadaan pingsan. Dari dada, sampai perut di belah, kemudian di ambil jantungnya, liver, ginjal, atau semacam. Atau di ambil matanya, retinanya, bisa juga kulitnya. Untuk kulit yang bisa di ambil itu bagian paha, dan *maaf* bokong. Dan bagian-bagian itu di jual dengan harga yang luar biasa mahalnya. Atau kadang, yang di ambil hanya ginjal atau livernya dan kemudian bagian dada sampai perut yang sudah di belah itu di jahit. Tapi tidak seperti di rumah sakit, kalau dengan dokter kan rapi yah, dan di jahitnya dengan jarum dan benang khusus. Kalau ini di jahit dengan jarum untuk menjahit baju, dan menggunakan benang yg biasa kita temui di toko jahit. Yaa benang jahit baju seperti itulah.. Dan jahitnya juga itu asal-asalan. Apalagi korban wanita, biasa di apa-apain dulu. Nyeremin banget ya ?

Biasanya korban mutilasi itu di hipnotis terlebih dahulu. Baru di culik dan di pretelin organ tubuhnya..

Pernah ada kejadian, warga BRP. Dia seorang wanita, sudah mempunyai 2 orang anak dan otomatis sudah menikah. Wanita itu baru keluar dari sebuah salon, dengan keadaan cantik pastinya. Kemudian ada seorang laki-laki menepuk pundaknya, dan wanita itu langsung di bawa ke suatu tempat dan di culik selama sebulan. Dan sebulan kemudian itulah, tidak diketahui bagaimana caranya intinya, sang penculik itu bisa berkomunikasi dengan suaminya. Penculik itu minta tebusan 50 juta. Dan setelah wanita itu kembali ke rumahnya, dia kembali dalam keadaan lemas, kurus, baju rombeng tanpa membawa apapun, hanya badan, baju yang sudah tak layak pakai, dan nyawa. Tapi wanita itu sudah tak mengenal suami dan anaknya, kerjaannya duduk dan terus murung. Nyaris gila, mungkin depresi. Semuanya tak bisa dia lakukan sendirian, selalu di bantu dengan suaminya. Dan aku yakin pasti wanita itu di perlakukan dengan sangat tidak baik dan tidak hormat selama di culik.

Ada juga cerita dari mahasiswi IPB, dia itu setelah selesai ke kampus, jam 7 malam dia pulang ke rumahnya, dan dia naik angkot sendirian. Tapi dia di bekap mulutnya dan di culik, di bawa ke sebuah gubuk. Mahasiswi itu kemana-mana selalu membawa pulpen yang belakangnya tidak bisa mental, akhirnya dia colok mata si penculik dan dia berhasil kabur.

Sebenarnya masih banyak cerita-ceritanya tapi terlalu banyak untuk di ceritakan.

Intinya, kita ini kan generasi muda yang nantinya akan membesarkan nama negara kita ini. Belajarlah untuk menjaga diri dari apa yang sudah aku ceritakan di atas, petik sebuah pelajaran darinya. Bahwa kita masih muda, perjalan hidup kita masih panjang. Banyak sekali peristiwa yang bisa mengancam kita.

Maka dari itu, kita harus mendekatkan diri kepada Allah. Agar kita terus di lindungi kemana pun kita pergi, di mana pun kita berada. Perbanyak baca al-matsurat, berdzikirlah di setiap detik dentingan waktu berjalan. Insya Allah jika kita percaya dengan Allah kita akn di lindungi olehnya..

Amin